Life in Jakarta After 6 Months

April 06, 2015

Howdy!

Yes, I’m still alive. Sebenernya sudah lama sekali ingin menulis lagi, membiarkan otak kembali menyentuh zona literasi aestetik yang lama aku tinggalkan. Yah, semenjak selebrasi wisuda dan keluar dari dunia kuliah, akhirnya aku bergabung dengan barisan pekerja ibukota. 6 bulan sudah.

Hidup menjadi sangat konsisten, waktu berjalan...kemudian...aku jadi sangat jarang punya waktu untuk merefleksikan banyak hal (jangankan berefleksi, mengatur waktu untuk membersihkan kamar sendiri aja susah :D). Jatuhnya lebih banyak memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang mencemaskan. Waktu yang aku punya pun lebih banyak habis ke mengapresiasi karya orang lain seperti buku, musik, pameran, dan bazaar. Lalu pada suatu weekend yang (akhirnya) lenggang, aku memutuskan untuk memiliki waktu untuk diri sendiri. Aku membawa buku dan mengenakan sepatu kets, siap untuk pergi ke mana pun tanpa alasan yang perlu.


Di satu hari itu aku berkesimpulan, aku ingin membagi ini juga kepada orang-orang yang mungkin masih muda sepertiku dan selalu bertanya-tanya akan apa, kenapa dan bagaimana. Here goes:

1.) Tidak semua orang bersikap baik, tapi jangan terlalu keras terhadap diri sendiri
There’ll be always a bunch of assholes around you. Mereka menyengatmu supaya kamu ikut tertular. Tidak perlu terlalu mengambil hati, jangan terlalu keras terhadap diri sendiri. Kenapa harus mengurusi orang-orang yang tidak pernah mengambil andil dalam hidupmu hanya karena mereka bersikap buruk? Ambilah sikap tegas dan tetap fokus terhadap apa yang ingin kamu lakukan. Stay positive! :)

2.) Uang tidak akan pernah cukup kalau menuruti lifestyle
Aku setuju bahwa uang selalu bisa dicari, tapi...berapapun uangmu enggak akan cukup kalau kamu selalu menuruti gaya hidupmu. Pasti akan selalu ada godaan untuk menghabiskan uang, dan setiap kamu berhasil melewati satu, itu akan naik ke level pemborosan selanjutnya, menjadi semakin demanding. Coba hitung  pengeluaranmu habis ke mana saja dan apakah memang perlu? Ingat hidup masih panjang. Baik-baik mengalokasikan uangmu. Walau kamu ga punya tanggungan sekalipun, perencanaan uang yang benar akan menyelamatkanmu pada peristiwa tak terduga di masa depan.

3.) Keluarga adalah segalanya
Sejauh apapun kamu pergi dan berkembang, kamu akhirnya akan merasakan bahwa esensi dirimu ada di keluarga. Saat kamu mulai dewasa dan bertanggung jawab atas diri sendiri, kamu akan bekerja dan merasakan bagaimana di posisi orang tuamu: lelahnya mencari uang, penat dengan kerjaan, suntuk dengan rutinitas, sampai sedihnya menerima gaji yang cuma numpang lewat. Di situ kamu tahu pengorbanan mereka dan mereka akan menjadi makin berharga di matamu. Kamu pergi untuk berjuang dan akan sangat berbahagia untuk melihat bahwa ada orang yang dekat dan familiar menanti di rumah. Selalu menyenangkan untuk tahu kamu memiliki orang-orang yang akan selalu menerimamu bagaimanapun keadaanmu.

4.) Jangan berharap suatu saat kamu akan siap
Seringkali, alasan tercipta ketika harus keluar dari sesuatu sudah dilakukan dan polanya cocok. Percayalah secocok-cocoknya kamu dengan pola tertentu, ada kalanya akhirnya kamu harus berubah. Jangan mengharapkan kamu siap dengan perubahan, baik itu perubahan tempat kerjaan, lingkungan, kebiasaan, dan jadwal. Kamu enggak akan siap, karena kamu enggak akan pernah tahu apa yang akan terjadi. Namun seiring kamu melewatinya, kamu belajar bahwa faktanya hal yang kamu takutkan tidak sehoror itu. Coba berani ambil kesempatan dan berdoa bahwa yang kamu lakukan akan sebanding dengan usahamu melewati rasa takutmu. Jangan lupa untuk tetap disiplin karena hal itu dapat membuahkan hasil yang tidak kamu duga.

5.) Take care of your soul, pergilah travelling
Travelling bukan sekedar buang-buang duit yang susah payah kamu dapatkan demi foto-foto flamboyan di sosmed, kamu memilih untuk travelling karena ada dunia di luar comfort zone-mu tempat kamu bisa memandang segala sesuatu dengan cara yang baru. Hal-hal baru yang kamu temukan ini akan menjadi obat mental dan spiritual kamu. Semacam hibernasi dari kesibukan panjang yang membebani, hal yang kamu lakukan untuk merawat diri sendiri karena kamu layak mendapatkannya.

6.) Nikmatilah
Pertanyaan akan terus bergulir tanpa kamu bisa mendapatkan jawabannya. Rileks dan biarkan semua hal terjadi kepadamu, yang pasti jangan sampai kehilangan pegangan dan tetaplah menjadi diri sendiri. It can be sucks but there’s still a story to be tell. Setiap hal ada maksudnya, semua hal pasti ada pembelajarannya.

Jadi kalau ada yang tanya bagaimana kamu sekarang di Jakarta sebagai first time jobber? Yang pasti, menurutku tetap di poin nomer 6, nikmati saja dan ga banyak ngeluh. Kadang jawaban atas semua pertanyaan adalah: semua akan baik-baik saja.


You Might Also Like

1 comments

  1. Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Sip banget!

    ReplyDelete