Election

June 30, 2014

Saya memandang agak lama, melihat, mendengar percakapan, meresapi. Seperti yang selalu saya lakukan. Pertengahan tahun ini semua berbicara pemilu, offline maupun online. Oh ya, pemilu kali ini sangat "hot", politik sudah lama tidak seseksi ini. Saya melihat warna asli masyarakat ini, agresif dan mudah panas. Mencaci, memaki, memfitnah, menipu, memprovokasi. Ah mungkin ada sih yang tulus, walau lama kelamaan cenderung agak menistakan orang lain. Yah begitu, semua kepengen eksis, biar tampak up to date (kenapa tampak? Karena mereka lebih banyak bergosip walaupun awalnya mencari solusi). Sebenernya...kalau rakyat memberi kritik ya bagus, kalau fanatik ya bahaya.

Hmm, ini seperti melihat khalayak berkerumun menyaksikan pertarungan dua penari strip tease. Bayangkan di satu sudut distrik yang gemerlap, di dalamnya berisi penonton yang berpakaian mewah namun berteriak seperti bar-bar.

Dua stripper ini bukan dibawa ke panggung, melainkan ring tinju. Iya ring tinju, mereka dipertontonkan untuk diadu. Oh ya, dua stripper berlenggok di ring, memainkan mata dan mengeluarkan goyangan mendebarkan. Saya melihat, penonton makin ramai menyoraki, memberi saweran, bahkan ada yang meludahi. Murka benar atau memang cuma kurang ajar.

Salah satu stripper menyerang, dia menjatuhkan wibawa lawannya di atas ring dengan goyangan dahsyat. Balas-membalas. Penonton memanas dan serempak menurunkan resleting celana.

Oh ya, pemilu kali ini sangat ramai. Ramai orang saling berlomba orgasme sendiri-sendiri.

You Might Also Like

0 comments