Selamat berlayar

Tuan, 
Aku melihat beberapa minggu ini kamu mengumpulkan manuskrip kejadian-kejadian lama
Pengunci ingatan sekaligus candu untuk menghilangkan penat.

Tuan,
Pernah kita menunggu laut berpendar jingga, berdekapan atas nama beda
Kita punya segudang janji yang belum pula digenapi
Betapa disiplinnya kita menitipkan asa di masing-masing dada
Dan betapa rajinnya kita terluka tanpa masing-masing menyadarinya.

Tuan,
Mengapa kemampuan untuk mencintai datang bersamaan dengan kemampuan untuk melukai?
Satu kini aku tahu, dan aku harap kamu juga pahami
Perpisahan ini ialah pintu untuk perjalananmu, pun perjalananku.

Tuan,
Sudah lama kamu berlabuh, kini naikilah perahu itu
Aku tahu tangan-tangan ombak akan senang mengayunmu berlayar
Aku tahu mata langit akan mengawasi tiap langkahmu
Aku tahu lautan akan mengembalikan repih-repih kecil dan buatmu kembali utuh
Dan aku tahu kamu akan meniti kehidupan yang lebih bahagia.

Tuan,
Sekaligus juga mohon pamit, karena di sini tugasku untukmu telah selesai
Berharap terbaik dan terbaik untukmu.



Bon Voyage,
Betari Kiranasari

This entry was posted on Tuesday, May 13, 2014 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

One Response to “Selamat berlayar”

  1. Kalau kapalku akan kembali, niscaya akan kembali...

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...