Pesan dari Angin

Siang itu aku tiba di bumi. Berpuluh-puluh kilometer dari peradaban, beribu-ribu menit menuju keramaian. Berjalan ke tepian air, aku membiarkan wajahku dibelai hening angin lereng. Salah satu dari kawanannya keluar dari barisan, menyentuh hidungku dengan bau yang terlupakan. Aku hirup banyak-banyak.

Seketika angin mengecupku, menggetarkan bibirku dengan rasa tembakau yang manis dan menghenyakkan.

Daun menangis tipis-tipis, matahari meninggi, suara kepak para petualang mendekat.

Tembakau itu lama terasa sampai peraduan. Meninggalkan desah bisu di jam 3 pagi.




-Betari Kiranasari
perut sedang menolak diisi kopi

This entry was posted on Thursday, September 19, 2013 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

Leave a Reply

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...