Jarak yang Hakiki

December 05, 2011

“it’s not when I see me with you, but it when I see me without you”
Kadang orang bisa kangen tanpa sebab yang jelas, kangen karena adanya “jarak”, entah dalam bentuk apapun itu. Kangen dan menjadi lemah adalah sesuatu yang menurutku wajar. Orang terlanjur begitu tergantung, sampai-sampai tidak tahan jauh darinya.
Tapi siapa yang mempertemukan cinta kalau bukan perpisahan? Hidup ini beredar, life is about people who come and go. Dalam kehidupan yang berjalan, pertemuan dan perpisahan ini selalu berpadu. Sesungguhnya mereka ini harmoni kehidupan, tanpa ada perpisahan cahaya, bagaimana kita bisa merasakan malam? Tanpa ada perpisahan antara kulit dan udara, bagaimana kita mengidentifikasikan diri satu sama lain? Dengan adanya dinamika, kita menjadi semakin memahami cara semesta bekerja, dan membuat kita tertempa. Karena memang manusia lahir dari yang baik dan buruk, sehingga kesempurnaan harus dicari dalam proses hidup.
"Maka ingatlah, sebenarnya dalam perpisahan pun berada cinta. Malah cinta akan semakin mekar di sana. Tidakkah kau akan bangga jika nanti kau melihat kekasihmu kuat karena kesendiriannya daripada lemah karena kalian selalu berdua? " - Anak Bajang Menggiring Angin
Bukankah ketabahan adalah hasil dari mengolah rasa sakit dengan bijak? Dan percayalah, kekuatan itu kamu dapat dalam perpisahan. Dengan itu kamu akan mengerti makna sejati dari derita.
Sudah pada sifatnya jarak menjadi suatu yang hakiki, tidak terpisahkan dari alam semesta. Dinamika.

You Might Also Like

0 comments