love yourself

Aku sering melihat orang-orang mengatasnamakan cinta ke biological urge, kalau kata anak Kajian media, "banalisasi makna", yang artinya pendangkalan makna. Which makes love is no different with lust, that has no mysteries and greedy, tahu cara meminta tapi tidak untuk memberi, a demanding little one. Manipulasi simbol seperti ini sebenarnya sudah populer, tapi ini cukup fatal...

Mundur agak jauh ke masa kecil, para pemuka agama mengajarkan kita untuk mencintai sesama, orang tua, lingkungan, dan Tuhan. tapi mereka ga mengajarkan untuk mencintai diri sendiri. Padahal dengan mencintai diri sendiri kita bisa membebaskan diri dari kegelapan yang ada di hati, orang yang mencintai diri mereka akan menghargai diri mereka, orang yang menghargai diri mereka juga akan menghargai orang lain, dengan mencintai diri, kita melakukan first step untuk menyebarkan cinta kepada orang lain.

Love itu sifatnya meledak-ledak, kamu tidak akan tahan untuk membiarkannya terperangkap sendiri di dalam dirimu, dia akan meronta untuk keluar, dan akhirnya kamu juga akan membagi cinta itu untuk orang-orang di sekitarmu. Kamu tidak akan tahan untuk membawa love itu sendirian, karena itu seperti ekstasi, kamu akan menginginkan lebih, kalau mencintai diri sendiri saja kamu enjoy dan bahagia, bagaimana saat kamu membagikannya ke orang lain? itu akan luar biasa. Seperti dilempar ke sungai, dia akan membentuk riak, lama-lama riak itu akan melebar dan menyebar. bisa jadi sampai ke ujung sungai. dan itu terjadi hanya karena batu yang kecil. kamulah kawan, batu kecil itu. setelah mencintai diri sendiri kamu akan mencintai binatang, pohon, bahkan batu sekalipun, barangkali bisa sedunia jadi dipenuhi cinta akibat itu tadi? hahahaha. nothing impossible kan ya.

So, maybe it'll sound selfish, but...love yourself it is.

Lalu kenapa pemuka agama tidak mengajarkan hal itu? karena mereka tahu, orang yang memiliki spiritual energi macam begitu akan menjadi rebel, tidak bisa diatur, cinta memberi kamu sayap untuk terbang tinggi, memberi kamu insight untuk melihat banyak hal, jadi tidak ada yang bisa menipu, apalagi mengeksploitasi kamu. nah curiganya nih, gara-gara tahu akan hal itu, jadinya ga diajarin hahahaha. yah, ini pikiranku, kalo kamu yang membaca punya pikiran berbeda ya monggo, I respect diversity :p

Karena konsep mencintai orang lain lebih kuat daripada konsep mencintai diri sendiri, akhirnya kita menjadi manusia super egois yang selalu mencoba mencintai manusia lain. kamu ga respect sama diri kamu sendiri, dan seumur hidupmu kamu habiskan untuk bagaimana caranya supaya kamu mendapatkan perhatian dari orang lain, cinta pun kamu cari di luar dirimu sendiri. di situlah Lust mulai bekerja, di mana kamu mulai bernafsu untuk mendapatkan attention dari orang lain, you're getting greedy, dan ketika suatu saat kamu sukses mendapat perhatian orang-orang itu *yang mungkin tidak kamu kenal sama sekali* kamu akan melihat dirimu sendiri dengan "aku hebat, aku luar biasa, lihat deh gimana aku nge-serve orang" oke, kamu menganggap dirimu seorang servant, means you're not respect yourself. ah ya ampun, betapa kamu berusaha begitu keras!

Kamu berusaha ga selfish, karena kata pemuka agama cinta diri sendiri sama dengan egois, narsis. lihat betapa mereka membahasakan ini dengan sangat logis? hahaha. tapi menurutku lagi nih ya, hanya orang yang paling egois, orang yang paling self-centered lah, yang bisa sangat tidak egois, berlawanan memang, akan kujelaskan. Karena kamu egois kamu selalu mencari kebahagiaan, dan kamu bisa bahagia kalau orang di sekitarmu juga bahagia, coba kalo yang lain pada cemberut, apa ya kamu tetep bisa bahagia? enggak juga kan? :D kamu bahagia membahagiakan orang lain karena kamu merasa enjoy melakukannya, bukan karena di bawah kewajiban "mencintai orang lain, sesama, lingkungan" yang kusebut-sebut di atas.

So aku pikir akan lebih baik kalo cinta dimulai dari diri sendiri, karena yang semacam itu akan lebih tulus, dan tidak demanding.

Hmm, mulai sotoy nih kayanya. haha ya udah sampe sini dulu aja. see yaaa guys!


This entry was posted on Thursday, May 26, 2011 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

4 Responses to “love yourself”

  1. Sebuah konsep: cinta. Memang pada akhirnya tak ada yg benar2 scr persis mendefinisikannya. Ibarat persoalan "iman", hanya masing-masing orang yg tahu dan mengalaminya. Unik, tidak sama antarorang dg yg lain. Ilmu dan keilmuan hanyalah, lagi-lagi, sebuah cara utk mendekati, semacam metode, spt apa cinta itu. Bisakah dia diraba, disentuh, dipeluk. Yg diperlukan adalah suatu cara bagaimana memahaminya, bagaimana memperlakukannya...

    Sekali lagi, manusia adalah satu ciptaan yg Maha, yg kompleks. Sifat, sikap, perilakunya tak bisa dipilah berdasarkan hitam dan putih. Skrg ini wilayahnya sudah abu-abu. Sifat primitif manusia (agresi, destruktif) saling bercampur dg sifat yg berkebalikannya, spt cinta, kasih sayang dll. Belum lagi jika manusia ini dipandang dari manusia-manusia lainnya.

    Love and Lust, menurut saya, adalah perbedaan pemahaman dan penerapan dr penampakan id-ego-superego manusia. Ketika perasaan mencintai seseorang kuat (id) namun tidak dikontrol oleh apa yg realistik (ego) atau bahkan masa bodoh dg nilai2 moral di lingkungannya (superego), maka bisa jadi perasaan cinta itu justru menjadi Lust (destruktif) krn realitanya dan nilai2 moral menolak hal tsb. Begitu jg sebaliknya utk Love.

    Sikap primitif manusia tak ubahnya spt binatang. Dasarnya sama, hanya bahasa, cara berpikir dan penerapannya yg beragam dan rumit. Tujuan makhluk hidup tinggal di dunia ini cuma ada 2: bereproduksi dan bertahan hidup. Love dan Lust berangkat jg dari dua hal itu.

    Solusinya, di alam yg semakin posmo (kabur) ini cuma satu jalannya: keyakinanmu sendiri.

    ReplyDelete
  2. yap baru bisa dibalas karena baru bisa OL secara pewe! hehehe

    love and lust menurutku adalah suatu hal kecil yang sering kali diabaikan,karena orang kayanya lebih tertarik untuk melihat dan membahas hal yang menurutku merepotkan seperti mata uang yang naik turun, politik, dsb. mungkin memang cuma pikiranku saja yang simpel *ada kata temenku "simplicity is the priceless detail"

    tapi apapun aku lihat juga berangkat dari nafsu. jadi mengapa tidak mencoba membenahi dari hal yg kecil? manusia sama hewan itu menurutku sama, bereproduksi dan bertahan hidup, hanya saja manusia adalah makhluk paling berbahaya karena dikaruniai akal, akal yg digunakan secara serong akan mengakibatkan peradaban yg juga serong.

    anyway...kok suwe2 aku ketularan ilmiah koyo kowe yo mas -___- hahahaha

    ReplyDelete
  3. Tak apa. Menurutku kita membahas hal keseharian yg kadang luput. Tentu dg keberagaman sudut pandang masing-2 dari kita.

    ReplyDelete
  4. cinta gak perlu konsep menurutku. karena itu dirasakan. ntar kalo dikonsep jadinya malah teori. nggak semuanya bisa dikonsep. dan nggak semuanya membutuhkan konsep. aku pikir yang terpenting jaman sekarang adalah implementasinya, konsep dan teori hanya faktor yang melengkapi implementasi kita. Nha cinta itu nikmatnya dirasakan,justru disitulah serunya! cheers :D

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...